Virus-virus ganas mulai menggerogoti keluarga anggrek

Dactylorhiza foliosa termasuk anggrek species asli pulau Madeira. Seiring dengan permintaan yang tinggi akan anggrek ini, maka pengembangan kultur jaringan komersial skala besar terus digalakkan hingga kuantitas D.foliosa tersedia secara masal sebagai tanaman hias kebun yang bernilai tinggi.

Pada Juni 2005, telah ditemukan suatu sampel D.filosa yang menunjukkan gejala bercak klorosis. Sampel ini kemudian diteliti lebih lanjut oleh beberapa peneliti dari Central Science Laboratory di Inggris diantaranya A. Skelton, M. Daly, T. Nixon dkk, untuk mengidentifikasi sejumlah virus yang diduga menginfeksi anggrek ini termasuk diantaranya Tomato spotted wilt virus, Impatiens necrotic spot virus, Cymbidium mosaic virus, Odontoglossum ringspot virus dan Bean yellow mosaic virus (BYMV). Subsekuen eksaminasi dengan transmisi mikroskop elektron menditeksi adanya form partikel-partikel virus dengan ukuran lebar sekitar 750 nm.

Penemuan ini dikonfirmasi dengan RT-PCR dengan desain primer sekuen BYMV seperti yang tersedia di gen bank (BYMV F 5’-GGTGAATGGACHATGATGGATGG and BYMV R 5’-CAAGCATGGTGTGCATAT GCATATCACG; CSL). Terakhir, partikel virus ini ditransmisi kedalam 2 species indicator dengan inokulasi mekanis. Gejala pada daun di observasi pada species Chenopodium quinoa (klorois lokal) dan Nicotiana benthamiana (distorsi dan mozaik). Test ELISA (Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay) atas tanaman indikator ini akhirnya menunjukkan gejala serangan dari BYMV. BYMV adalah penyakit yang umum pada tanaman kacang-kacangan dan inang lainnya (Bos, 1970). Pertama kali diidentifikasi di Inggris pada 1930 sebagai “pea mozaik”. Dan pada tahun 1995 telah dilaporkan untuk pertama kalinya serangan virus ini pada berbagai jenis anggrek di Amerika, Jerman dan Jepang (Lawson & Hsu, 1995). Akhirnya hasil penelitian pada pertengahan tahun 2005 inilah, untuk pertama kalinya BYMV menginfeksi anggota dari genus Dactylorhiza.

Diharapkan fakta ilmiah ini dapat menggugah kewaspadaan negara basis anggrek seperti Indonesia untuk lebih memperketat mobilitas anggrek dari luar negeri atau masuknya materi-materi pembawa penyakit dari luar ke dalam Indonesia.

Jangan sampai tahun 2007 ini dan seterusnya akan muncul laporan bahwa virus BYMV telah hadir ditengah-tengah kita semua. Waspada…!!! Waspadalah….!!!

Daftar Pustaka :

  • Bos L, 1970. Bean yellow mosaic virus. AAB Descriptions of Plant Viruses No. 40.
  • Lawson RH, Hsu H-T, 1995. Orchid. In: Loebenstein G, Lawson RH, Brunt AA, eds. Virus and Virus-like Diseases of Bulb and Flower Crops. Chichester, UK: John Wiley & Sons, 409-420.

 

Disarikan dari artikel ilmiah The British Society for Plant Pathology

10 thoughts on “Virus-virus ganas mulai menggerogoti keluarga anggrek”

  1. Wah..ya tentu bahaya dong..daunnya menjadi klorosis (klorofilnya rusak sehingga menghambat proses fotosintesis), trus material sel nya digunakan oleh si virus untuk mengembangbiakkan diri, sehingga fisiologis si tanaman sangat terganggu…lagian kalo udah kena..jalan satu2 nya yg aman adalah MEMBUNUH nya…iya kalo yg kena anggrek merpati…kalo kaya phalaenopsis javanica atau paphiopedilum sanderianum…wah bisa nangis 7 hari 7 malem.
    Tapi kalo ada yg mau nyumbang anggreknya yg udah kena virus..aku mau kok menampungnya…bukan untuk dimusnahkan..tapi mau diteliti lbh lanjut.

  2. buat saya kalo nggrek udah penyakitan mending buang aja ngapain cape2 mikirin dan ngobatin tinggal beli aja anngrek baru, hidup jgn di bikin susah nyantee aja maan……

  3. Mungkin langkah riel yg kita bisa lakukan sebagai seorang hobiis adalah meningkatkan kwaspadaan (khususnya saat akan membeli) thd komoditas anggrek impor yg diindikasi memunculkan gejala2 penyakit.
    Salam,
    rio

  4. memang sih Mbak Kirene Aiko bagi kalangan tertentu tidak menjadi soal untuk membeli baru anggrek yg kena penyakit (tinggal buang dan beli lagi), tapi bagi hobiis berkantong cekak tentu lain cerita, apalagi banyak koleksi yg didapat dari pemberian yang mungkin tergolong langka atau mahal dan sulit didapatkan kembali walaupun bisa dibeli.

    Mungkin sebaiknya kita mulai memisahkan lokasi anggrek seperti kelas penumpang (ekonomi, menengah dan VIP) dalam artian mungkin sebagai gambaran jika kelas VIP berarti disitu lokasi yg paling bagus secara klimate buat anggrek misal banyak aliran udara, pagi terkena sinar matahari, tidak langsung terkena curah hujan, dll. Demikian seterusnya klas menurun sesuai dengan komunitas kolesi anggrek kita.

    Ini juga sebagai isolator awal jika ada koloni yg terkena penyakit , yg jelas kita berharap utk anggrek yg ditempatkan pada kelas VIP adalah anggrek-2 koleksi ekslusive kita jadi wajar dong jika kita perlakukan khusus krn langka atau mahal.

    Nah ini juga untuk mengantisipasi jika yg terkena penyakit yg golongan kelas ekonomi mungkin kita bisa berpikir buang dan beli lagi juga nggak terlalu berat rasanya…..

  5. Jual Anggrek Tanaman & Bunga
    REMAJA:
    1 POHON POT 15 @ Rp. 10.000,
    1 POHON POT 15 @ RP. 15.000, (KNOP/KEMBANG)
    1 POHON POT 18 @ Rp. 17.500, (KNOP/KEMBANG)
    HARGA TERSEBUT DI ATAS FRANCO KEBON
    HUB. ACHENG 08161625519; 021-97686777

  6. wew disini comment nya gila yahhh puinter puinter orang nya isa add facebook ku iar isah share bareng tentang biologi ato sejenis nya >_< alamat facebook xsaadddsa@yahoo.com ato nick ku namanya sulistyo gila van toyo

  7. oh.. ini termasuk pengetahuan baru nihh.. tapi kalo impatient necrotic spot virus saya belum tahu tuh… hahahaa.. thx for the news..

    btw, ada yang tahu web tntang penjelasan virus2 ga??

    thx,rgds

    Niko

Tinggalkan Balasan