Bioinsektisida, pengendali hama yang ramah lingkungan

Serangan hama merupakan salah satu faktor pembatas untuk peningkatkan produksi pertanian yang dalam kasus ini adalah pemeliharaan anggrek. Untuk megendalikan hama seringkali digunakan pestisida kimia dengan dosis yang berlebih. Padahal akumulasi senyawa-senyawa kimia berbahaya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Ditengah maraknya budidaya pertanian organik, maka upaya pengendalian hama yang aman bagi produsen/petani dan konsumen serta menguntungkan petani, menjadi prioritas utama. Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga (bioinsectisida), yaitu jamur patogen serangga Beauveria bassiana.
Jamur Beauveria bassiana adalah jamur mikroskopik dengan tubuh berbentuk benang-benang halus (hifa). Kemudian hifa-hifa tadi membentuk koloni yang disebut miselia. Jamur ini tidak dapat memproduksi makanannya sendiri, oleh karena itu ia bersifat parasit terhadap serangga inangnya.

inokulan murni nya rio
Gambar oleh Destario Metusala 07

Laboratorium BPTPH Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan dan memproduksi secara massal jamur patogen serangga B. bassiana sebagai insektisida alami. Berdasarkan kajian jamur B. bassiana efektif mengendalikan hama walang sangit, wereng batang coklat, dan kutu (Aphids sp). Akan tetapi, bukan tidak mungkin akan efektif bila diuji coba pada serangga-serangga hama anggrek seperti kutu gajah.

Sistem kerjanya yaitu spora jamur B. bassiana masuk ketubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Selain itu inokulum jamur yang menempel pada tubuh serangga inang dapat berkecambah dan berkembang membentuk tabung kecambah, kemudian masuk menembus kutikula tubuh serangga. Penembusan dilakukan secara mekanis dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim atau toksin. Jamur ini selanjutnya akan mengeluarkan racun beauverin yang membuat kerusakan jaringan tubuh serangga. Dalam hitungan hari, serangga akan mati. Setelah itu, miselia jamur akan tumbuh ke seluruh bagian tubuh serangga. Serangga yang terserang jamur B. bassiana akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan tertutup oleh benang-benang hifa berwarna putih.

Dilaporkan telah diketahui lebih dari 175 jenis serangga hama yang menjadi inang jamur B. bassiana. Berdasarkan hasil kajian jamur ini efektif mengendalikan hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi serta hama kutu (Aphids sp.) pada tanaman sayuran.
Beberapa keunggulan jamur patogen serangga B. bassiana sebagai pestisida hayati yaitu :

  • Selektif terhadap serangga sasaran sehingga tidak membahayakan serangga lain bukan sasaran, seperti predator, parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu.
  • Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air alami.
  • Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman
  • Mudah diproduksi dengan teknik sederhana.

Teknik aplikasinya cukup mudah, yaitu dengan mengambil 2-3 gr formulasi dan disuspensikan dalam 1 ltr air, tambahkan 3 sendok gula pasir per tangki, waktu semprot sore hari. Dalam satu kemasan formulasi B. bassiana, berisi 100 gram formulasi padat. Itupun dapat dikembangbiakan secara konvensional, sehingga lebih menghemat pengeluaran. Akhirnya, walaupun keberhasilan dari insektisida biologis dari jamur ini memberikan dampak positif terhadap pengendalian serangga hama tanaman dan keselamatan lingkungan. Namun dalam penerapannya di masyarakat masih minim, sehingga memerlukan upaya sosialisasi yang lebih intensif.

21 thoughts on “Bioinsektisida, pengendali hama yang ramah lingkungan”

  1. Aplikasi minim berbanding lurus dengan ga da info di mana bisa diperoleh. Selain itu budaya masyarakat Indonesia yang sensitif terhadap harga jg sangat berperan penting. Pertanyaan saya, dimana bisa kita mendapatkan B. Bassiana? Bagaimana dengan harganya? Terjangkau tidak?
    Thanks

  2. Harganya murah kok, cuman 3500-4000 per 200 g/kotak. Itupun langsung bisa jadi inokulan yg dapat diperbanyak sendiri secara sederhana (nanti tanya aja ttg proses pembuatannya pada balai setempat…lagian meraka juga pengen masyarakat bisa buat secara swadaya kok). Bisa didapatkan di Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di masing2 propinsi atau di Balai Besar Peramalan Hama Penyakit di Cikampek. Kemaren mau aku tulis di web..tp takut dikira promosi sepihak…tapi karena ini dr instansi pemerintah..aku pikir ambil laba nya nggak terlalu besar.

  3. wah murah baaaanggeeeeeet…klo d Bali nyarinya tetep di Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura prop Bali??? Bapak saya kebetulan PPL pertanian, tapi tugasnya di kabupaten bukan di propinsi…Thanks banget bwt infonya yah..semoga anggrek Indonesia bisa berjaya…

  4. Pak Destario,
    Anda ini benar2 mengagumkan. Berilmu banyak dan tidak pelit dalam berbagi informasi. SUdah adakah kumpulan artikel2 bapak yang dibukukan? Kalau ada, apa judulnya?
    Satu lagi, apa Bapak punya nursery yang bisa dilihat oleh umum. Mumpung sama2 tinggal di Jogja saya kok pengen mampir dan berguru secara langsung.
    Terima kasih.

  5. Halo mbak Widia…saya masih mahasiswa kok…he3
    Wuduh…anda terlalu memuji.. ~_~!! tp trimakasih ya atas comment nya. Saya belum ada karya buku je…tapi punya cita2 buat buku…saya juga hanya skedar hobiis anggrek yg baru skedar koleksi..blum bisnis oriented je. Wah trnyata habitat kt sama..di jogja…moga2 ada ksempatan discuss bareng ya.
    Salam,
    rio

  6. Mas Rio,
    Jogjanya dimana neh? pengen ketemuan ngobrol dan minta ilmu soal anggrek. Karena kebetulan saya dan istri seneng sama nggrek tapi belum begitu mengerti perawatannya terutama pada saat serangan hama…. grateful kalo njenengan bersedia ketemuan dan berbagi ilmu mas.

  7. saya mahasiswa s1 unsri sedang penelitian tentang pengujian subkulturnya ,kalau ada referensi yang berkaitan tolong di infikan.dan doakan semoga cepet selesai

  8. mohon informasinya, bisanggak digunakan utk hama tanaman kutu gajah (saat ini sedang mengganas di tamanan anggrek saya), trus cara belinya gimana (saya posisi di luar jawa), cara penggunaannya sdh ada atau belum.

    terimakasih.

  9. waah..idem juga anggrek saya juga terserang kutu..tapi aq ga tau kutu apa …kliatannya banyak daun yg dimakan…mungkin dik Rio (krn.ternyata masih kul) ngerti n bs kasi advis…selamat jg atas penamaan anggreknya…

  10. saya jug ada Beauveria bassiana siap order setiap saat. harga memang lebih mahal tapi kualitas saya siap bersaing. kerapatan spora 10.000.000.000 spora/gram (produk dari balit cuma 100.000/gram). kalau mo coba boleh hub saya 08 5959 88 1001 atau 0852 281 56565.

  11. kutu putihnya banyak di tanaman puringku. sama gak sih dengan yang dianggrek yg dibicarakan diatas?

  12. Hello…

    i very need a help neh..

    aku sudah 3 bulan mengembangkan anggrek bulan yang dimulai dari bibit botolnya. dan sudah aku sepih 1 bibit di 1pot. Nah tiba2 baru aku sadari lama2 kelamaan kok daun anggrek seperti habis dimakan ulat smpe tinggal akar2nya saja. setelah tadi pagi aku bongkar pot anggrekku untuk nemuin ulet itu hasilnya nihil. Malah aku menemukan semacam cacing (warnanya agar transparan gtu) apa itu ya yg makan daun2 anggrekku??? need help untuk membasminya

    Pengennya si anggrek ku aku siram air garam. berhubung cacing mati kalo kena garam tapi aku takut pengaruh ke anggrekku malah mati. ada yang bisa bantu ga??

    kalo ada tolong kirimin aku jawabannya. Kirim ke emailku aja yah metta_cha@yahoo.com

    anggrekku menggunakan media mos

  13. perkenalkan mas,saya novi mahasiswi fak.pertanian di Unand. mo nanya nih mas,selain bwt anggrek, pemanfaatannya untuk pa aja?? TQ y mas sblmnya…

  14. Selamat Pagi.

    Mohon informasi kalau sudah ada cara membuat dalam formulasi tepung.

    Kami dari wil. Indonesia Timur ingin belajar agar berguna gai Petani.

    Terimakasih.

  15. pupuk organik : Ironis sekali, memakai racun untuk meningkatkan produksi padahal dari sisi hasil sekarang sudah menurun karena tanah sudah tidak subur lagi akibat racun yang ditinggalkan pupuk kimia.

  16. bagaimana cara pembuatan biang biauveria?????
    alat-alat apa saja yang digunakan?
    dan saya juga butuh bagan mengenai alur pembuatan dan pemakaiannya..
    tolong kirimkan ke email saya
    terimakasih banyak atas bantuannya

Tinggalkan Balasan