Pelestarian anggrek yang dimulai dari hal-hal kecil

Anggrek, namanya begitu pendek dan sederhana….hanya terdiri dari 7 huruf saja. Tapi kisahnya tak sependek namanya, dan permasalahan pelestariannya tidak sesederhana namanya. Masyarakat Indonesia boleh bangga dengan begitu kayanya negeri ini dengan beribu-ribu plasma nutfah anggrek hingga negeri ini dijuluki sebagai negara dengan jenis anggrek spesies terbanyak didunia. Namun bangsa ini tidak cukup hanya dengan bangga mendengar julukan megah tersebut. Kekayaan yang melimpah ini perlu “dijaga” dan “dipelihara”. Dijaga dalam artian dilestarikan dan dipelihara dalam artian dimanfaatkan. Tidak perlu disangsikan lagi, rasa cinta dan bangga bangsa ini terhadap kekayaan anggrek spesies Indonesia sangatlah besar. Terbukti dengan tingginya minat memelihara anggrek spesies, larisnya komoditas anggrek spesies di setiap stand pameran anggrek, hingga kesanggupan mengeluarkan biaya besar untuk sekedar membawa anggrek dari daerah lain. Sehingga pada dasarnya, sikap cinta dan bangga bangsa ini terhadap anggrek tidak perlu diragukan.

Berikut beberapa tips menarik untuk menyatakan cinta kita kepada si anggrek.

  1. Teliti sebelum membeli. Seperti halnya membeli barang-barang pada umumnya, carilah keterangan sebanyak dan selengkap mungkin mengenai jenis anggrek yang akan dibeli, misal rentang ketinggian habitat, suhu, ukuran tanaman optimum, kebutuhan cahaya dll. Sehingga kita bisa mempertimbangkan dengan baik apakah si anggrek tersebut cocok dengan tempat barunya atau tidak. Terkadang, ada pula pedagang yang merekayasa informasi hanya agar anggreknya laku, misal dengan mengatakan bahwa si anggrek dapat tumbuh bagus dan berbunga di segala tempat, padahal anggrek tersebut tidak tahan terhadap suhu rendah.
  2. Memilih tanaman anggrek yang sudah melewati masa budidaya dan adaptasi. Atau dengan kata lain, lebih baik menghindari anggrek cabutan langsung dari alam yang notabene akarnya rusak, belum beradaptasi, dan masih dalam kondisi stress. Anggrek cabutan yang sudah mengalami masa budidaya dan adaptasi umumnya sudah mengeluarkan akar baru di media tanamnya, telah mengeluarkan daun barunya yang tumbuh segar dengan ukuran normal. Anggrek ini akan memiliki tingkat daya hidup yang lebih baik dibanding cabutan langsung alam. Sisi positif lainnya yaitu akan membiasakan para pemburu atau penadah untuk turut melakukan upaya budidaya.
  3. Menyeimbangkan kapasitas tempat budidaya dan jangkauan kemampuan memelihara dengan jumlah dan jenis anggrek. Semakin banyak jenis dan jumlah anggrek yang dimiliki tentu akan menuntut tempat yang semakin luas dan juga waktu pemeliharaan yang lebih intensif pula. Berapa banyak waktu dalam sehari yang bisa disisihkan untuk memelihara tanaman?, berapa luas space di kebun atau pekarangan rumah yang masih bisa di tempati anggrek secara optimal?? Pertanyaan tadi ada baiknya dijawab sebelum menambah koleksi. Jangan sampai ada beberapa anggrek yang dianak-tirikan karena kurang perhatian/treatment…atau jangan sampai kolong tempat tidur anda gunakan untuk meletakkan anggrek yang butuh full sinar.
  4. Mencoba yang mudah untuk belajar yang sulit. Yang dimaksud adalah, mencoba membudidayakan anggrek-anggrek yang terkenal mudah dipelihara, mudah berkembangbiak, dan pertumbuhannya cepat. Tidak perlu malu dengan ungkapan “hanya memelihara anggrek yang biasa atau anggrek yang murah”. Bukankah untuk sampai ke kelas 6, kita harus melewati kelas 1,2,3….dst??!, dari pelajaran dan pengalaman di kelas 1 kita bisa menghadapi pelajaran di kelas 2 dan begitu seterusnya. Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan suatu anggrek. Biasanya semakin langka anggrek, kemungkinan karena range adaptasinya yang sempit, pertumbuhannya sangat lambat, membutuhkan iklim mikro yang spesifik, sulit membentuk tunas anakan, sehingga dari sisi agronomisnya pun akan membutuhkan treatment khusus. Tentunya kita tidak mau kebun kita menyandang gelar “pemakaman masal” untuk anggrek-anggrek langka bukan??!.
  5. Sharing dan berkomunikasi dengan komunitas anggrek. Dengan begitu anda akan bisa menanyakan pengalaman-pengalaman dalam memelihara anggrek serta memperoleh banyak informasi mengenai cara budidaya yang tepat.
  6. Budidaya dan mengembangbiakan anggrek merupakan salah satu langkah konservasi/pelestarian. Hanya dengan memelihara dengan baik hingga suatu saat bisa berkembangbiak dari yang semula satu pot menjadi beberapa rumpun pot, kita sudah melakukan apa yang dinamakan “konservasi”. Bahkan dengan menjual hasil perbanyakan anggrek kepada tetangga sebelah (misal dari 1 pot menjadi 4 pot, 2 pot dijual sedangkan 2 pot lainnya dikembangkan lagi) juga memberi nilai yang sangat penting bagi konservasi anggrek. tidak sulit bukan?!
  7. Anggrek hasil botolan (kultur biji atau jaringan)??? why not?!. Point yang terakhir ini untuk turut mendorong aktifitas perbanyakan anggrek secara in-vitro, yaitu dengan mengurangi “skeptisitas” atau “alergi” terhadap anggrek produk kultur in-vitro…toh banyak juga jenis-jenis spesies yang dibotolkan. Bahkan performa tanaman menjadi lebih kompak, seragam, pertumbuhan yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang lebih baik. Untuk masalah genetik, tidak perlu disangsikan, selama proses fertilisasi (pembuahan) dan penumbuhan in-vitro sesuai aturan…maka variasi genetik hasil botolan tidak berbeda dengan variasi genetik anggrek dari alam.

Nah, sekarang mulailah dari hal-hal yang kecil untuk memperoleh hasil yang besar.

36 thoughts on “Pelestarian anggrek yang dimulai dari hal-hal kecil”

  1. Dear temans pencinta anggrek, aku pencinta dendro ni meskipun jenis yang lain juga ada sedikit, tapi berhubung halaman rumah ku terbatas n mataharinya full banget jadi yang paling eksis si cantik dendro itu dech, tar kalo ada pelebaran halaman pinginnya komplit semua species, doain yaa, krn aku cinta bgt sama anggrek. Setuju bgt kalo melihara anggrek modal utamanya rasa cinta ya, pengalaman ku jg gitu sih, pokoknya cinta + matahari + angin yang cukup insya allah angreknya gendut2 dech, trus bunganya juga alhamdulillah nongol terus silih berganti. Paling yang jenis cimbidium papua aja tuh yang agak lambat pertumbuhannnya, ada yang ngerti ga kenapa? minta tipsnya ya, ditunggu n thx lho.

  2. To Mbak Ita
    Aku Newbie nih masalah anggrek, tips nya gimana ya untuk dendro, bagaimana dengan cahaya mataharinya? perlu intensitas yang banyak atau nggak? trus masalah penyiraman gimana? thanks sebelumnya

  3. Hello…

    i very need a help neh..

    aku sudah 3 bulan mengembangkan anggrek bulan yang dimulai dari bibit botolnya. dan sudah aku sepih 1 bibit di 1pot. Nah tiba2 baru aku sadari lama2 kelamaan kok daun anggrek seperti habis dimakan ulat smpe tinggal akar2nya saja. setelah tadi pagi aku bongkar pot anggrekku untuk nemuin ulet itu hasilnya nihil. Malah aku menemukan semacam cacing (warnanya agar transparan gtu) apa itu ya yg makan daun2 anggrekku??? need help untuk membasminya

    Pengennya si anggrek ku aku siram air garam. berhubung cacing mati kalo kena garam tapi aku takut pengaruh ke anggrekku malah mati. ada yang bisa bantu ga??

    kalo ada tolong kirimin aku jawabannya. Kirim ke emailku aja yah metta_cha@yahoo.com

    anggrekku menggunakan media mos

  4. Hello shobat skalian… salam kenal, senang rasanya bisa bergabung ngerumpi ttg anggrek. memang benar jenis anggrek kita sangat banyak, tapi jangan bangga dulu.. mkin skrg kita bisa bangga tp bgmana besok? saya dari balikpapan Kaltim, dan sy skrg sangat sedih skali mlihat kondisi spesies kita khususnya di kaltim, ada mega proyek untuk penanaman kelapa sawit (baik sih.. dan boleh2 saja..) tapi pemerintah tdk memikirkan atau menyelamatkan terlebih dahulu spesies baik flora maupun faunanya. saya n kawan2 sudh beberapa kali menemui DisPertan propinsi untuk membangkitkan semangat peranggrekan yang terpendam kemudian ingin mengajukan program penyelamatan spesies yg masih ada tetapi samasekali tidak ada respon dari dispertan. padahal anggota PAI kaltim semua adalah orang2 dispertan subdin hortikultura. ini adalah ancaman kepunahan khusus untuk spesies kaltim. bgmana ni….

  5. Hay pecinta anggrek, salam kenal ya…..
    aku baru punya anggrek bulan dan vanda sudah 3bln aku rawat, dari pertama beli anggrek2 itu sudah tumbuh kuncup hingga akhirnya mekar semua, indah sekali & enak lihat warna-warni & bentuknya..sudah hampir sebulan anggrekku sayang menggugurkan bunga indahnya sampai habis,,nah sekarang anggrek bulanku sudah tumbuh akar2 baru setelah aku pindahkan dipot yg lebih besar tapi kenapa daunnya seperti layu yaa…yus anggrek vandaku juga sudah banyak tumbuh tunas2(cabang2) baru tapi didalam potnya klo selesai disiram banyak keluar semut kecil, ada apa ya dengan anggrek2 ku sayang…plaese info & masukkannya, aku tunggu
    terima kasih

  6. Dear Windi,

    Kemungkinan daun anggrek bulan tsb layu krn saat pemindahan ke pot besar ada beberapa akarnya yg rusak, ditambah dengan prubahan kondisi yang membuat anggrek tsbt stress, shingga respirasinya meningkat dan menyebabkan daunnya layu. Asalkan akar barunya sdh ada yg tumbuh baru, artinya anggrek tsb sdh mulai mengadaptasikan diri dgn lingkungan barunya. Tetep di siram scra rutin, trus jgn lupa disemprot pupuk daun dgn kandungan N tinggi, supaya pertumbuhannya pulih kmbali.

    Untuk pot Vanda yg kluar semut, hal tsb tdak mengganggu pertumbuhan tanaman secara signifikan.

    salam

  7. salam kenal.
    tolong kirimin referensi tentang kultur jaringan anggrek dong. soalnya kau lagi nyusun penelitian tentang kultur jaringan tanaman anggrek buat skripsi ni.
    bagi temen-temen yang ada langsung kirmin ke alamat email gue ya. tanks buanget nih….

  8. mohon infonya tentang Tanaman Anggrek yang memilki daun berwarna merah tua dan ada juga berwarna ungu karena pada umunya tanaman anggrek memilki daun berwarna hijau hanya bunganya yang memiliki beraneka ragam

  9. Saya sangat mendukung ide dan solusi yang anda berikan mengenai pelestarian anggrek. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertajam. Cara pelestarian ada 2 yaitu “in situ” dan “ex situ”. Jenis anggrek yang perlu dilestarikan adalah kelompok ‘spesies’terutama yang termasuk kategori langka. Untuk pelestarian, sebaiknya jangan membeli anggrek spesies cabutan dari hutan, tapi beli yang sudah melalui proses penangkaran. Apabila mampu cobalah anda menangkarkan anggrek-anggrek langka tersebut sehingga dapat meningkatkan populasinya di alam. Apabila sudah terlalu banyak masalah dengan cara ‘in situ’ maka kita harus menggunakan cara ‘ex situ’ . Untuk ‘ex situ’ memang menjadi mandat dari kebun raya. Tapi tidak ada salahnya kan kalau kita sebagai masyarakat pecinta anggrek juga ikut membantu pelestarian anggrek dengan cara menanamnya di lingkungan sekitar rumah, RT, RW, Taman Kota, Taman Mal, Taman Sekolah, Taman Perkantoran, dan sebagainya. Dari pengalaman saya ada banyak jenis pohon inang alternatif untuk berbagai jenis anggrek epifit apabila mau ditanam di perkotaan. Sehingga akan menciptakan suasana asri anggrek hutan yang masuk kota. Dengan cara ‘ex situ’ semacam ini diharapkan dapat mencakup aspek konservasi, edukasi, estetika pada tata taman kota, mungkin juga pada bisnis anggrek.

  10. Dear Mas Destario..salam kenal…

    Mo numpang nanya, sbg pemula ak seneng bgt anggrek bulanku yg udah lama ga berbunga, akhirnya muncul bakal tangkai bunga yg mengarah ke atas, but why ak tunggu2 selama ampir 1 bulanan tuh tangkai tetep aja pada ukurannya semula, alias ga nambah tingginya, kira2 apa penyebabnya yah? n apa yg hrs diberikan biar pertumbuhan bungany success! btw, saat ini daunnya seger bgt n bermunculan daun baru..

    thx a lot.

  11. alhamdulillah, aku menyukai anggrek dari dulu, tapi knp yah setelah aku beli dan bunganya rontok, anggreknya mati.
    bagaimana agar anggrek yang aku beli tetap hidup dan berkembang biak, tolong kasih tau aku yah, terimakasih

  12. Q mw nanya bagaimana agar anggrek yg tiap q beli hidupnya lama????????
    Kemarin q baru aja beli anggrek, tp seminggu kemudian dia mati, hiks…..
    Kasih jawabannya yach!!!!!
    Terima kasih!!!

  13. di batang pohon mangga yg sudah mati di depan rumah saya tumbuh bunga yg seperti anggrek tapi sy ga tau jenisya dan namanya. sy mau tau jenis apakahn itu . adapun ciri2 ya adlh
    warna daun hijau dan sepanjang lbh kurng 30 cm
    rumpunya banyak sprti pandan
    bunga berwarna kuning kecoklatan dan berklopak 5
    bunga menjuntai tdk dari ujung tp dr akar
    di tengah bunga ada mahkota berwrna keputihan
    anggrek tsb tdk memiliki batang cuma daun yg seperti rumpun pandan
    karena keingin tauan saya begitu besar mohon klo ada yang tahu mohon sy di ksh tau..

  14. Boleh dicoba….buat teman-teman yang peduli pertanian organik. Tanaman Pangan tidak harus bentrok dengan tanaman energi kan? 🙂 coba deh… dari limbah jamu…

    Pupuk Jamu= Pupuk Ajaib! Murni Organik merk HERBAFARM, jaminan mutu kualitas sangat ok, bisa meningkatkan hasil Panen, Memperbesar Buah, Mempercepat Panen, dan Hemat. Petani Indonesia Makmur! Hanya 57rb/liter. 1 hektar hanya butuh 3 liter. HP. 024-70641008/081225788666.

Tinggalkan Balasan